Have an account?

04 September 2009

Meredam Kemarahan Wanita (part II)

Baiklah, mari kita lanjutkan pembahasan mengenai judul diatas.
4. Dengar dan Perhatikan
Jika dia sedang bermasalah, lebih baik Anda mendengarkan. Seperti orgasme, kemarahan memiliki grafik seperti bel. Pada saat di atas, emosi sedang gila dan logika berhenti. Jadi, jika Anda melihaj tanda-tanda frustasi (misal mata berputar atau helaan nafas), dengarkan! Dia sedang mendekati puncak, dan dan setelah ini akan segera turun.
5. Mundur Sejenak
Anda tidak harus selalu setuju. Tapi pahami persepsinya secara nyata. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghormatinya. Seringkali kemarahan yang ada terpicu karena ia percaya bahwa ada sesuatu yang, ngak fair, lepas kendali atau menyerang secara pribadi. Hadapi hal ini dengan baik.
6. Pandang Matanya
Jika Anda tidak dapat melihat matanya, artinya Anda sedang marah. Tapi jika Anda bisa, artinya Anda mendengarkan. Pola ini seringkali terjadi dalam pertengkaran: istri marah, suami diam. Anda diam karena Anda ingin menghindari pertempuran, tapi di pikirannya, Anda menghindari keintiman.
7. Terlibatlah
Tanyakan sebuah pertanyaan. Hal ini menunjukkan Anda mendengarkan, dan hal ini pula menyatakan bahwa Anda ingin mendengarkan lebih jauh lagi.
8. Ajak Jalan-jalan
Berjalan-jalan itu menenangkan, jika pertengkaran mencapai klimaks, maka coba jauhkan dulu dari masalah yang ada. Sampai masalah masalah jadi jelas dan semua embargo jadi berkurang drastis.
9. Gunakan Kata Ajaib
apakah itu...? Aku setuju, kamu benar, saya menyesal. Jadi, ketika dia emosi, temukan sesuatu. Apapun itu yang bisa Anda pahami dan katakan salahsatu dari tiga kata ajaib tadi.

0 komentar:

Powered By Blogger