Have an account?

03 Agustus 2009

Di Balik Situs Jejaring Sosial

Memiliki akun di salah satu situs jejaring sosial online kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, tanpa mengenal profesi, jenis kelamin, maupun usia - meski sebagian besar didominasi oleh kaum muda. Lewat situs-situs tersebut, seperti Friendster, Facebook, atau MySpace, sebuah komunitas baru maupun lama pun terbangun dan semakin kuat terjalin. Hal inilah yang menjadi sensasi tersendiri bagi setiap penggunanya. Tak jarang situs ini dimanfaatkan untuk mencari kawan lama dari masa lalu yang bahkan berbeda benua. Lewat situs ini pula, dunia dunia serasa sangat sempit karena kita bisa melihat rantah hubungan yang terjalin antar teman yang kita miliki. Tak mungkin tidak, situs seperti ini pun menjadi ajang untuk mempublikasikan diri, entah ingin sebenar-benarnya atau identitas ideal yang ada di dalam kepala masing-masing penggunanya. Data pribadi mulai dari yang umum hingga yang bersifat pribadi yang dijabarkan secara detail, terlebih juga ada area untuk mengungkapkan pendapat akan suatu topik maupun berbagi foto bersama teman-teman yang diambil dari berbagai momen. Bagian inilah yang perlu diawasi dengan baik. Yang kerap terjadi adalah mengupload foto-foto yang sebenarnya kurang tepat untuk dipublikasikan di dalam situs, mengingat semua orang dapat melihatnya. Terutama jika foto tersebut berbau pornografi, kekerasan atau pelecehan terhadap golongan lain. Di beberapa negara khususnya AS dan Kanada, bahkan telah memanfaatkan situs jejaring sosial untuk merekrut karyawan baru. Dalam beberapa kasus ditemui sebuah perusahaan tidak jadi merekrut seorang karyawan yang telah lulus serangkaian tes dengan hasil baik hanya gara-gara komentarnya yang kasar dalam sebuah situs pribadinya. Pihak perusahaan menimbang bahwa calon karyawannya tersebut memiliki pribadi yang kurang baik bagi lingkungan di perusahaan nantinya. Meski bukan menjadi penilaian utama, namun hal ini juga menjadi salah satu bahan penilaian yang menentukan dewasa ini. Oleh karena itu, jika memang dalam tahap mencari pekerjaan, sebaiknya hindari mem-posting sesuatu yang sekiranya justru akan merugikan diri sendiri atau tidak ingin dilihat oleh perusahaan yang sedang diincar. Di sisi lain, dari situs-situs itu pun bisa memguntungkan lewat jejaring yang terbangun untuk memberi peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Manfaatkankah seoptimal mungkin dan hindari segala hal yang dapat merugikan diri sendiri.

0 komentar:

Powered By Blogger